Selasa, 02 September 2014

Selamat Jalan Kawan

Satu lagi kawan yang telah berpulang ke Rahmatullah. Alhasil gara2 takziah tadi siang, malam ini penulis sama sekali tak bisa tidur. Gak tau kenapa keinget-inget sama almarhum dek roni. Padahal kalau dirunut dari unsur kedekatan, hubungan kami berdua, biasa- biasa saja. Ya...cuma temenan biasa, yang kebanyakan kalau ketemu isinya cuma guyon kere, ejek2an, sama bahas masalah yg gak penting dan ujung-ujungnya berakhir menjadi masalah penting.
Selama kenal almarhum, dia itu sukanya nglucu. Hidupnya itu selo. Santai seperti di pantai, asyik kayak makan keripik. Yang buat penulis bener2 keinget sama almarhum ini ada dua, pertama tentang aksen dan dialek Jawa yang dilontarkan almarhum, kedua, si almarhum ini suka bikin berita yg gak bener (niatnya sih buat guyon-guyon) tapi ujung2nya karena guyonnya terkadang kelewatan seru kayak jadi beneran.
Penulis ingat benar, waktu itu almarhum ngegosip bikin berita yang enggak2 antara penulis dengan salah satu senior. Padahal hubungan penulis sama si senior ini sama sekali biasa- biasa. Todak ada perasaan apapun, apalagi benih- benih suka. Namun karena kebiasaan almarhum membumbui cerita jadilah gosip spektakuler se antero kampus. Kebiasaan si senior kalau manggil penulis dengan sebutan Bunda, menjadi pokok bahasan yang layak dijual. Berdasarlan kabar beredar jika si penulis adalah kekasih baru si senior. Gegara berita sampai penulis lulus, predikat Bunda dan Meta adalah pacar senior masih saja melekat. Padahal realitanya, cerita itu sama sekali tidak benar. Hahahaha....
Mungkin sebagian dari kalian bertanya- tanya mengapa hal seperti ini penulis ceritakan? Bagi sebagian orang, kejadian seperti ini adalah biasa. Semua orang pasti pernah mengalaminya. Namun bagi penulis, cerita ini menjadi momen tak terlupakan ketika yang membuat gosip ini adalah teman kalian. Teman yang akhirnya pergi mendahului kita semua. Selamat jalan teman. Semua yang kau lakukan selama ini alan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Terimakasih, terimakasih untuk cerita, terimakasih untuk guyonannya, terimakasih telah menjadi adek dari organisasi foto kami. Terimakasih atas partisipasimu untuk belajar fotografi, dan yang terpentinh terimakasih telah menjadi teman. Selamat jalan teman, semoga engkau tenang di alam sana. I love u so much..